Sadis! Dibacok saat Gendong Anak, Nyawa Wanita Ini Berakhir di Tangan Sang Suami,
POS-KUPANG.COM--Kisah tragis yang dialami Sumarni membuat warga sekitar rumahnya di Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, diliputi rasa haru.

Cerita demi cerita di balik pembunuhan oleh suaminya, AAA, begitu pilu.
Seorang tetangga korban yang tak bersedia menyebutkan namanya, menduga, korban berupaya melindungi bayinya dari amukan sang suami.
Parang AAA nyaris mengenai bayi yang baru berusia sembilan bulan itu.
Saat pelaku mengamuk, korban sedang menggendong bayi itu.
"Bayi hampir kena bacok. Mungkin pas mengelaklah kena punggungnya (korban)," ujar Buyung dibenarkan warga lain.
Setelah kena bacok, bayi malang itu lepas dari pelukan korban.
Jasad korban kekerasan suami disemayamkan di rumah duka Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Rabu (13/09/2017).
Korban lari dari rumah bersama bayi perempuannya dan Ilham, bocah laki-laki kakak Aza. AAA ditinggalkan seorang diri di rumah.
Sumarni, korban pembacokan oleh suaminya sendiri, AAA meninggal di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Rabu (13/9/2017).
Ia sempat dilarikan warga kerumah sakit. Saat itu kondisinya kritis.
Beberapa bagian tubuhnya terdapat luka menganga akibat benda tajam. Seperti di kepala bagian belakang, bahu, tangan dan perut.
Warga Dusun Sri Jaya Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Kampar yang melihat korban sempat memberikan pertolongan.
Mereka membalut luka korban setelah itu dibawa ke rumah sakit di Pekanbaru.
Belum diketahui pemicu korban menghabisi istrinya itu.
Kepala Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Abdullah tidak dapat menjelaskan kisah tragis yang menimpa warganya itu.
Cerita dari tetangga korban, menyebutkan bahwa AAA baru saja menunaikan Sholat Dzuhur, Selasa (12/9/2017).
Namun tetangga tidak mendengar suara cekcok pasangan suami istri itu dari dalam rumah mereka.
"Nggak ada kedengaran teriak-teriak," ungkap Abdullah, Rabu (13/9/2017) siang.
Tetangga mendadak heboh setelah korban lari keluar rumah dengan tubuh berlumur darah. Ibu malang itu meminta tolong.
Warga langsung memberi pertolongan dengan membalut luka pada tubuh korban.
Kemudian melarikan korban ke rumah sakit di Pekanbaru.
Namun nyawa korban tak terselamatkan setelah beberapa jam mendapat perawatan.
Abdullah mengatakan, setidaknya ada lima titik luka menganga pada jasad korban.
Tersebar di kepala bagian belakang, bahu, tangan dan perut.
Ini yang Diucapkan Sumarmi Sebelum Tewas Dibacok Suaminya
Sumarni masih sadarkan diri meski darah bercucur deras dari kuduk atau leher belakangnya.
Metta Kumara, seorang Guru SD Negeri 01 Balam Jaya, yang ikut mengantar ke rumah sakit, tak banyak mendengar cerita dari Sumarni sebelum wafat.
Sumarni bahkan tidak mengungkap pemicu kemarahan suaminya sehingga sampai membabi buta mengayunkan Parang.
"Beliau hanya bilang, ya gimana lagi? Saya terima nasib saya," ujar Metta.
Ia kenal dengan almarhum yang mengelola kantin sekolah tempatnya bekerja.
Sebenarnya, Sumarni berusaha menutupi kejadian tragis yang dialaminya.
Padahal tubuh berlumuran darah dari kepala dan luka menganga yang lain.
Seorang tetangga yang tak mau menyebutkan namanya, menyebutkan, almarhum mengaku luka di tubuhnya itu karena jatuh di Sumur.
Jawaban ini yang diucapkan kepada warga yang sempat bertanya kepadanya sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan menyuruh putranya, Ilham, menjawab seperti yang dikatakannya.
Namun bocah lima tahun itu hanya tahu berkata jujur.
"Mana ada (jatuh ke sumur). Mama habis diparang bapak," kata pria ini menirukan perkataan Ilham dalam bahasa Ocu menjawab warga yang bertanya. (*)
Editor: Rosalina Woso

Cerita demi cerita di balik pembunuhan oleh suaminya, AAA, begitu pilu.
Seorang tetangga korban yang tak bersedia menyebutkan namanya, menduga, korban berupaya melindungi bayinya dari amukan sang suami.
Parang AAA nyaris mengenai bayi yang baru berusia sembilan bulan itu.
Saat pelaku mengamuk, korban sedang menggendong bayi itu.
"Bayi hampir kena bacok. Mungkin pas mengelaklah kena punggungnya (korban)," ujar Buyung dibenarkan warga lain.
Setelah kena bacok, bayi malang itu lepas dari pelukan korban.
Jasad korban kekerasan suami disemayamkan di rumah duka Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Rabu (13/09/2017).
Korban lari dari rumah bersama bayi perempuannya dan Ilham, bocah laki-laki kakak Aza. AAA ditinggalkan seorang diri di rumah.
Sumarni, korban pembacokan oleh suaminya sendiri, AAA meninggal di RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Rabu (13/9/2017).
Ia sempat dilarikan warga kerumah sakit. Saat itu kondisinya kritis.
Beberapa bagian tubuhnya terdapat luka menganga akibat benda tajam. Seperti di kepala bagian belakang, bahu, tangan dan perut.
Warga Dusun Sri Jaya Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Kampar yang melihat korban sempat memberikan pertolongan.
Mereka membalut luka korban setelah itu dibawa ke rumah sakit di Pekanbaru.
Belum diketahui pemicu korban menghabisi istrinya itu.
Kepala Desa Balam Jaya Kecamatan Tambang, Abdullah tidak dapat menjelaskan kisah tragis yang menimpa warganya itu.
Cerita dari tetangga korban, menyebutkan bahwa AAA baru saja menunaikan Sholat Dzuhur, Selasa (12/9/2017).
Namun tetangga tidak mendengar suara cekcok pasangan suami istri itu dari dalam rumah mereka.
"Nggak ada kedengaran teriak-teriak," ungkap Abdullah, Rabu (13/9/2017) siang.
Tetangga mendadak heboh setelah korban lari keluar rumah dengan tubuh berlumur darah. Ibu malang itu meminta tolong.
Warga langsung memberi pertolongan dengan membalut luka pada tubuh korban.
Kemudian melarikan korban ke rumah sakit di Pekanbaru.
Namun nyawa korban tak terselamatkan setelah beberapa jam mendapat perawatan.
Abdullah mengatakan, setidaknya ada lima titik luka menganga pada jasad korban.
Tersebar di kepala bagian belakang, bahu, tangan dan perut.
Ini yang Diucapkan Sumarmi Sebelum Tewas Dibacok Suaminya
Sumarni masih sadarkan diri meski darah bercucur deras dari kuduk atau leher belakangnya.
Metta Kumara, seorang Guru SD Negeri 01 Balam Jaya, yang ikut mengantar ke rumah sakit, tak banyak mendengar cerita dari Sumarni sebelum wafat.
Sumarni bahkan tidak mengungkap pemicu kemarahan suaminya sehingga sampai membabi buta mengayunkan Parang.
"Beliau hanya bilang, ya gimana lagi? Saya terima nasib saya," ujar Metta.
Ia kenal dengan almarhum yang mengelola kantin sekolah tempatnya bekerja.
Sebenarnya, Sumarni berusaha menutupi kejadian tragis yang dialaminya.
Padahal tubuh berlumuran darah dari kepala dan luka menganga yang lain.
Seorang tetangga yang tak mau menyebutkan namanya, menyebutkan, almarhum mengaku luka di tubuhnya itu karena jatuh di Sumur.
Jawaban ini yang diucapkan kepada warga yang sempat bertanya kepadanya sebelum dilarikan ke rumah sakit.
Bahkan menyuruh putranya, Ilham, menjawab seperti yang dikatakannya.
Namun bocah lima tahun itu hanya tahu berkata jujur.
"Mana ada (jatuh ke sumur). Mama habis diparang bapak," kata pria ini menirukan perkataan Ilham dalam bahasa Ocu menjawab warga yang bertanya. (*)
Editor: Rosalina Woso
Belum ada Komentar untuk "Sadis! Dibacok saat Gendong Anak, Nyawa Wanita Ini Berakhir di Tangan Sang Suami, "
Posting Komentar